Tuesday, July 18, 2017

Seuntai Kata untuk Dirasa 2


Bismillahirahmanirrahim

Ya Allah,
aku selalu cuba melihatnya di dada langit
moga wajahnya terpancar indah di balik awan
meski sekadar melihatnya dari bumi bertuah.

Ya Rabb,
puisi-puisi yang selalu kutulis sebagai kalam
adalah ritma rasa yang berada di sukma
yang kemudiannya bersatu menjadi 
seuntai kata untuk dirasa
buat dia yang selalu ada di dalam qalbu.

Kekadang, 
ingin rasanya kupergi jauh
membawa luka di hati
namun ya, aku menundanya 
hingga sampai waktunya
kapan? aku tidak tahu
kerna aku menunggu  
biarlah bila tiba saat itu nanti
aku pergi dalam rela dan bahagia
tiada duka, tiada luka.

Ya Tuhan,
hari ini dan hari-hari mendatang
kujalani lorong hidupku seperti biasa
mengecapi sisa-sisa bahagia
berlandaskan iman dan takwa
percaya pada ketentuan-Mu
moga di hujung sana
ada bahagia yang menanti.

Doaku, agar dia bahagia
bersama orang yang dia cintai dan sayangi
sesungguhnya. Moga, kuharap
Insya Allah, aminn

# Cinta haikiki cinta sejati
# Redha pada ketentuan-Nya
# Moga ada bahagia yang menanti
# Pada akhirnya. Insya Allah, aminn

No comments:

Post a Comment