Tuesday, July 18, 2017

Madah Seorang Pujangga


Bismilahirahmanirrahim

 ~ Adakalanya peluang itu datang sekali, kadang-kadang dua tiga kali, seringkali datang berkali-kali. Maka ambillah tanpa was-was kerana ia akan berlalu seperti masa. Pantas dan tidak menunggu walau menoleh sekalipun. Bila tiba masa, ia akan berakhir dan tak akan kembali lagi, selama-lamanya. Selama-lamanya? Ya, selama-lamanya. Ketika itu segalanya tidak bermakna lagi bak kata " sesal dahulu pendapatan, sesal kemudian tidak berguna." ~

# tiap perkara ada batasnya
# bila tiba waktunya
# ia akan berlalu seperti angin
# tak akan kembali lagi
# walau sebentar cuma

~ kalaulah aku bisa terbang seperti burung, akan ku jelajahi seluruh dunia mencari ketenangan dan pengalaman selain kalam Allah SWT yang berada di istana cinta.~

# Gambar bukan hak milik saya

Seuntai Kata untuk Dirasa 2


Bismillahirahmanirrahim

Ya Allah,
aku selalu cuba melihatnya di dada langit
moga wajahnya terpancar indah di balik awan
meski sekadar melihatnya dari bumi bertuah.

Ya Rabb,
puisi-puisi yang selalu kutulis sebagai kalam
adalah ritma rasa yang berada di sukma
yang kemudiannya bersatu menjadi 
seuntai kata untuk dirasa
buat dia yang selalu ada di dalam qalbu.

Kekadang, 
ingin rasanya kupergi jauh
membawa luka di hati
namun ya, aku menundanya 
hingga sampai waktunya
kapan? aku tidak tahu
kerna aku menunggu  
biarlah bila tiba saat itu nanti
aku pergi dalam rela dan bahagia
tiada duka, tiada luka.

Ya Tuhan,
hari ini dan hari-hari mendatang
kujalani lorong hidupku seperti biasa
mengecapi sisa-sisa bahagia
berlandaskan iman dan takwa
percaya pada ketentuan-Mu
moga di hujung sana
ada bahagia yang menanti.

Doaku, agar dia bahagia
bersama orang yang dia cintai dan sayangi
sesungguhnya. Moga, kuharap
Insya Allah, aminn

# Cinta haikiki cinta sejati
# Redha pada ketentuan-Nya
# Moga ada bahagia yang menanti
# Pada akhirnya. Insya Allah, aminn

Monday, July 17, 2017

Cerita Di Balik Gambar



Bismillahirahmanirrahim

Jumaat lalu jumpa makhluk ciptaan Allah SWT ini ketika sedang beriadah di sebuah taman. Melihatnya membuatkan bayangan sewaktu masih kanak-kanak rebina dan semasa arwah ibu masih ada bermain di fikiran. Suatu ketika dulu inilah sebahagian daripada haiwan ternakan keluarga besar saya. Sang Angsa dan Si Itik yang comel. Pagi-pagi lagi riuh-rendah alam dengan bunyian merdu mereka di kolam ikan. Begitu juga ketika menjelang senja. 


Hmmm, teringat kenangan ketika dikejar angsa. Bersungguh-sungguh lari masa itu. Sekarang, semua itu tiada lagi. Yang tinggal hanyalah kolam ikan yang tidak nampak seperti kolam lagi. Ya, waktu telah membunuh segalanya. Walau peristiwa-peristiwa itu kekadang terusik di laman nurani, namun yang pastinya masa telah mengubah semua nostalgia silam. Yang tinggal hanyalah kenangan-kenangan yang terus tersimpul erat dan bersemadi di kalbu. Moga memori-memori ini tidak luput dari bayang ingatan. Insya Allah, Aminn


# memori zaman rebina
# keindahan yang fana
# segalanya sudah tertulis dalam siratan takdir
# dan kita hanyalah penenangnya