Saturday, June 17, 2017

Diksi Cinta Kepada Desa



Bismillahirahmanirrahim

Aku kembali menganyam impian di sebuah desa kecil yang permai, masih kaya dengan flora dan faunanya. Memugar cinta lewat dinihari hinggalah langit kirmizi berubah kelam dan bulan pun mulai jaga bersama sinaran berjuta-juta mutiara alam di balik sana. Saat pawana membisikkan aura kasihnya, aku menyelimuti diriku dengan cinta hakiki yang maha dalam pada Dia Yang Maha kaya.

Seiring waktu berdetak dan dunia mulai terang seusai bahana bahang sang suria, aku kembali patrikan diri dengan persekitaran lantas menyatu dalam dua makna terhebat iaitu cinta dan penghayatan bersama seribu mimpi yang bersemadi di relung jiwa paling indah. Saat aku terjaga dari tiduran aku cuma berharap agar impianku ini menjadi realiti bukan dongengan semata.

Teman, aku selalu berharap dan bermohon agar impianku untuk melihat kedamaian dan keindahan desaku ini kekal selamanya dan tidak akan tercemar oleh tangan-tangan raksasa yang rakus membantai alam. Pernah juga kekhuatiranku terakam jelas di wajah saat membayangkan bahawa bagaimana andai suatu masa nanti semua keindahan ini akan sirna dan mungkin akan hilang terus dari kaca mata generasi berikutnya. Jika itu terjadi, maka akulah insan terpilih yang paling malang di bumi merdeka ini.

Teman, andai takdir memungkinkan kita untuk tidak bersama dalam mencipta impian, maka bantulah aku untuk bersama-sama berjuang mencintainya lantas menjadikannya nyata bukan fantasi belaka. Seiring peredaran zaman, maka ku mohon moga kau dan aku terus tabah menggapai mimpi dan memugar impian agar apa yang kita mahukan akan dimakbulkan-Nya. Insya Allah, aminn

S. Hana AK
4 Jun 2017
Johor Bahru

No comments:

Post a Comment