Showing posts with label puisi. Show all posts
Showing posts with label puisi. Show all posts

Tuesday, February 20, 2018

Puisi Senja


Bismillahirahmanirrahim

Senja ini 
kulamar waktu
agar menemaniku
di pelabuhan sepi
bagai samudera
kehilangan ombak.

Nanti malam
akan kupinang bulan
mencumbui bintang
bersama alunan zikir
dan makrifat cinta
dari-Nya.

S. Hana AK
3 Februari 2018
Johor

Wednesday, November 22, 2017

Tiba Masa



Bismillahirahmanirrahim

Tiba masa
kan ku pergi jauh
tanpa batas sempadan
antara dua dunia.

Tika nanti
tak usah merindu
pada kenangan kita
usah menangis
kesatlah air matamu
dan titiplah doa
agar aku tenang
di dunia sana.

Jangan menangis kasih
biarkan aku pergi
mengemis cinta Illahi
memeluk rahmat dari-Nya
bermimpilah agar
kau dan aku
bersua lagi di sana nanti.

Dunia ini teman
hanyalah khayalan
manisnya sedikit
pahitnya melimpah
datang ujian
tika sabar terbenam di jiwa
syurgalah ganjarannya.

Bila kasih menjadi taruhan
harumlah bunga 
di taman idaman
bunga bukan sekuntum
kumbang bukan seekor
kutiplah cinta dari-Nya
moga jiwa bersatu
dalam pintu redha Illahi.

Bila aku pergi teman
usah mengharap
kehadiranku di sisimu
kerna aku tak akan kembali lagi
waktu seakan terhenti
dan mimpi bukan lagi 
fantasi belaka.

S. Hana Ak
22 November 2017
Johor bahru

Saturday, November 4, 2017

Matahariku


Bismillahirahmanirrahim

Malam ini aku merenungi alam
bulan dan bintang membajai langit
tergantung mesra di bingkai angkasa.

Petang tadi aku menyapa
sebuah daerah kecil
yang selalu kulewati
menekuninya di setiap senja
tak terlihat matahari
di garis antara siang dan malam.

Ah, alangkah hampanya hati
melihat malam berlabuh
sedang mentari acapkali tidak terlihat
walau sekadar sinar
mahupun bahang yang memijar.

Aku selalu menerka
akukah yang lewat
atau
waktu itu yang begitu cepat.

Hari-hariku
tiada lagi kelihatan
senyum mentari di ufuk barat
dan aku bagaikan
seorang penunggu
yang setia pada kekasihnya.


S. Hana AK
11 April 2017
Johor Bahru



Saturday, April 22, 2017

CINTA


Bismilahirrahmanirrahim

CINTA
walau betapa jauh kau melangkah
aku akan tetap mengingatimu
meski betapa dekat kau dariku
aku akan selalu menyayangimu.

AKU,
akan selalu ada untukmu
kendatipun kau tak
pernah mahukannya
bertahun lamanya
aku simpan segalanya
namun hanya kehampaan
merantai diri ini.

CINTA
di mana kan ku cari ganti
hilang dalam perpisahan
yang ku rindukan
moga kau selalu bahagia
di dunia mahupun akhirat
Insya Allah, aminn.

Sunday, December 11, 2016

Bicara Buat Teman


Bismillahirahmanirrahim

Teman,
apa khabar dirimu di sana?
masihkah seperti dulu
riang dan bahagia senantiasa?

Sungguh, aku rindu padamu
walau kita bagaikan camar yang
hilang tempat untuk berteduh.

Teman,
kukirimkan doa buatmu
biar jiwa kita menjadi satu
walau aku tak pernah 
hadir dalam hidupmu.

# Menjalin ukhuwah sejati

S. Hana AK

Selamat Pagi Alam


Bismillahirahmanirrahim

Selamat pagi alam...
moga kalian tetap indah
di mata kami
yang bernaung di bawah rimbamu.


Selamat pagi duhai teman-teman
moga kalian tetap bahagia
menyusuri denai kehidupan
di bawah sinar mentari pagi.


Selamat....selamat wahai cintaku
aku sayang kalian
di dunia dan akhirat.

#bahasa alam bahasa qalbi
#menuju jalan yang satu

S. Hana AK

Tuesday, November 15, 2016

Puisi Kepada Pagi

Bismillahirahmanirrahim

Duhai pagi
bawalah jiwaku bersamamu
bersenandung di bawah embun pelangi
melakar cinta di semesta alam
melukis wajah di potret kenangan
bersama aliran air mata alam
dari langit yang membusung tinggi.



Duhai mentari
usahlah membawa rajuk di hati
jangan bersembunyi di balik
mendung kelabu
tetaplah bahagiakan kami
seperti selalu
agar alwan pelangi
akan terbentuk di celah
kabus kegembiraan.

Wahai burung dambaan kalbu
jangan gusar di balik sarang
tetaplah dendangkan
lagu kebahagiaanmu
walau suaramu
bersatu dengan titisan rahmat
namun ketahuilah, aku rindu
pada kicau rimbamu.

Duhai embun
ke manakah dikau
utuslah keberadaanmu kepada bayu
agar tenteram hatiku
melafaz cinta di balik gusar alam
walau tak terlihat
walau hilang di balik dingin pagi
namun hakikatnya
kau selalu ada, setiap kali
subuh menjelma.

S. Hana AK
16.11.2016
Johor Bahru 

Friday, August 19, 2016

Puisi Sang Pencinta


Bismillahirahmanirrahim

Dia telah pergi, membawa seluruh jiwa ke suatu daerah yang paling kecil lalu meninggalkanku yang masih bertatih mencari makna semua yang berlaku. Inginku katakan selamat tinggal kepadanya, namun belum sempat ia menjadi kalam, dia sudah pun menuturkannya dalam gerak yang aku fahami isyaratnya.

Dia meninggalkan sejuta kenangan yang masih hangat bersimpuh di sanubari dan terkadang, terdetik di hati untuk membuangnya jauh ke hujung dunia tapi tiba-tiba datanglah sang pujangga menghalang semua hajat yang terpatri di sudut hati.

Aku membilang hari-hariku dengan doa dan harapan yang tak pernah sirna lantas membawaku ke dunia baru yang penuh dengan cita-cita dan impian tentunya. Menikmati kebahagiaan di kolam pengabdian bertemankan seribu kupu-kupu cinta dan sejuta kali tali angan-angan.

Dan bila tiba saat itu, hari ini setelah segalanya tersurat, aku benamkan semua kedukaan lalu menggumpul kekuatan untuk menjalani hari-hari hidupku, sebuah perjalanan yang tak bernoktah bersama tekad agar aku kuat dalam meniti kehidupan sebagai hamba yang berusaha menjadi insan kamil di sisi-Nya.


#Sebuahpuisipengubatluka

Thursday, August 4, 2016

MENCARI DAMAI DI HATI


Bismillahirahmanirrahim

Malam yang sepi
ku bertatih mencari
damai di hati
tatkala jiwa berlagu sendu
menusuk jauh ke sukma
kalbuku.

Sekian banyak halangan
sekian banyak lorong
sekian banyak pelabuhan
akhirnya aku sampai ke
destinasi
yang terkadang
aku sendiri keliru
apakah ini damai yang kucari
adakah ini damai yang kunanti
walhal jiwa dan hatiku
berperang sendiri
mencari jawapan yang entah
betul entahkan tidak

Terkadang air mata kesedihan
berlabuh di lurah kedukaan
menyusuri lorong perjalanan
yang tak kurencanakan
akan terjadi sepanjang hidupku
dalam mencari kedamaian
yang abadi.

Kuharap
dalam pencarian ini
dalam perjalanan yang tak ku
rencana
aku dapat menemui
Secebis ketenangan di hati
agar pulau kedukaan
akan bertukar menjadi
benua kegembiraan.

Ku mencari damai di hati
tatkala ketakutan mengaburi diriku
tatkala kesedihan mencemburui diriku
daripada kegelapan yang
bertandang di rumahku.

S. Hana AK
UPSI

Pernah keluar dalam:
Berita Harian, 11-17 Ogos 2011


Monday, August 1, 2016

Ku Renung Bintang Di Korpus Angkasa



Bismillahirahmanirrahim

Malam yang dingin
sepanjang perjalanan
dari Johor ke Tanjung Malim
ku renung bintang di korpus angkasa
berkerdipan cantik sekali
seperti tersenyum Menyambut
kedatangan malam jagat raya.

Sesekali, malam yang dingin
ku renung bintang di korpus angkasa
tanpa teman, sang bulan
memancar, bersinar dan bercahaya
indah sekali
sesekali kucari
di manakah bintang kejora
ke manakah bintang komet
di antara berjuta-juta kerdipan itu?

Sesekali dalam perjalananku
pawana sang angin begitu mendamaikan
mengelus lembut badan kakuku
dan terbuai daku dengan kelembutannya
seketika cuma
bersama mewarnai bintang di angkasa
bersama mengulit mimpi
tentang cerita sang sufi.

Sesekali dalam arus kepulanganku
dari Johor ke Tanjung Malim
satu kembara yang mengasyikan
kurenung bintang di korpus angkasa
beribu bintang bersinar memancar
saling bersaing sesama sendiri
dan hatiku amat menyukainya
lalu keluarlah minda berkata
“ Ya Allah, Subhanallah
cintakanlah aku kepada alamMu
selain kasihku padaMu.”

Ketika merenung itu
tiba-tiba kusedari
semakin jauh perjalanan
semakin hampir aku ke detik
kehilangan sang bintang
tadinya
bintang begitu banyak
sekarang bintang
semakin berkurang
dan mindaku berkata lagi
“ Ke manakah hilangnya engkau
wahai temanku dan teman sang bulan?”

Semakin hampir ke destinasi
semakin hatiku menguak kehibaan
engkau sudah semakin kurang
dan akhirnya menghilang begitu sahaja
lalu buat kali terakhir
ku renung sebutir bintang di korpus angkasa
yang masih tabah mengusap Sang langit
di balik bibir Sang awan pekat
bersama mindaku yang semakin ganas
mengalunkan kata-kata

“ Gagahlah dikau wahai temanku
kembangkan sinarmu
biar menerangi bumi
biar memancar indah dari lampu neon
kerna sesungguhnya
engkaulah lampu alam
yang aku cintai, sepenuh hatiku.”

S. Hana AK
UPSI

Sunday, July 31, 2016

(Puisi) Surat Dari Kekasih oleh Khalil Gibran


Bismillahirahmanirrahim

# Sangat mengesankan bagiku. Bacalah, jika kalian mahu membacanya.

Surat Dari Kekasih
Untukmu yang selalu Kucintai,
Saat kau bangun di pagi hari, Aku memandangmu dan
berharap engkau akan berbicara kepadaKu., bercerita,
meminta pendapatKu, mengucapkan sesuatu untukKu
walaupun hanya sepatah kata.

Atau berterima kasih kepadaKu atas sesuatu hal yang
indah yang terjadi dalam hidupmu pada tadi malam, kemarin, atau waktu yang lalu….
Tetapi Aku melihat engkau begitu sibuk mempersiapkan diri untuk pergi bekerja…
Tak sedikitpun kau menyedari Aku di dekat mu.
Aku kembali menanti saat engkau sedang bersiap,
Aku tahu akan ada sedikit waktu bagimu untuk berhenti dan menyapaKu, tetapi engkau terlalu sibuk…

Di satu tempat, engkau duduk tanpa melakukan apapun.
Kemudian Aku melihat engkau menggerakkan kakimu.
Aku berfikir engkau akan datang kepadaKu, tetapi engkau
berlari ke telefon dan menelefon seorang teman untuk sekadar berbual-bual.
Aku melihatmu ketika engkau pergi bekerja dan Aku
menanti dengan sabar sepanjang hari. Namun dengan
semua kegiatanmu Aku berfikir engkau terlalu sibuk
untuk mengucapkan sesuatu kepadaKu.

Sebelum makan siang Aku melihatmu memandang ke
sekeliling, mungkin engkau merasa malu untuk berbicara
kepadaKu, itulah sebabnya mengapa engkau tidak
sedikitpun menyapaKu.

Engkau memandang tiga atau empat meja sekitarmu dan
melihat beberapa temanmu berbicara dan menyebut namaKu
dengan lembut sebelum menjamah makanan yang kuberikan,
tetapi engkau tidak melakukannya…..

Ya, tidak mengapa, masih ada waktu yang tersisa dan
Aku masih berharap engkau akan datang kepadaKu,
meskipun saat engkau pulang ke rumah kelihatannya
seakan-akan banyak hal yang harus kau kerjakan.

Setelah tugasmu selesai, engkau menghidupkan TV, Aku
tidak tahu apakah kau suka menonton TV atau tidak,
hanya engkau selalu ke sana dan menghabiskan banyak
waktu setiap hari di depannya, tanpa memikirkan apapun
dan hanya menikmati siaran yang ditampilkan, hingga waktu-
waktu untukKu dilupakan.

Kembali Aku menanti dengan sabar saat engkau menikmati
makananmu tetapi kembali engkau lupa menyebut namaKu
dan berterima kasih atas makanan yang telah Kuberikan.
Saat tidur Kufikir kau merasa terlalu lelah.

Setelah mengucapkan selamat malam kepada keluargamu,
kau melompat ke tempat tidurmu dan tertidur tanpa
sepatahpun namaKu kau sebut. Tidak mengapa kerana mungkin
engkau masih belum menyedari bahawa Aku selalu hadir untukmu.
Aku telah bersabar lebih lama dari yang kau sedari.

Aku bahkan ingin mengajarkan bagaimana bersabar terhadap orang lain.
Aku sangat menyayangimu, setiap hari Aku menantikan sepatah kata darimu, ungkapan isi hatimu, namun tak kunjung tiba.

Baiklah….. engkau bangun kembali dan kembali Aku
menanti dengan penuh kasih bahawa hari ini kau akan
memberiKu sedikit waktu untuk menyapaKu…
Tapi yang Kutunggu … ah tak juga kau menyapaKu.
Subuh, Zuhur, Asar, Magrib, Isya dan Subuh lagi
kau masih tidak mempedulikan Aku.

Tak ada sepatah kata, tak ada seucap doa, tak ada
pula harapan dan keinginan untuk sujud kepadaKU….
Apakah salahKu padamu …? Rezeki yang Kulimpahkan,
kesihatan yang Kuberikan, Harta yang Kurelakan, makanan
yang Kuhidangkan , Keselamatan yang Kukurniakan,
kebahagiaan yang Kuanugerahkan, apakah hal itu tidak
membuatmu ingat kepadaKu ???

Percayalah, Aku selalu mengasihimu, dan Aku tetap
berharap suatu saat engkau akan menyapaKu, memohon
perlindunganKu, bersujud menghadapKu … Kembali kepadaKu.
Yang selalu bersamamu setiap saat,
Tuhanmu….

~ Khalil Gibran


Monday, July 18, 2016

Sebuah Pena Pada Pagi Yang Bening


Bismillahirahmanirrahim

Sudah lama aku tidak menitip
salam pada pagi yang bening
kerana terbius oleh keindahan
lena yang panjang dan mengasyikkan.

Hari ini, aku luahkan rasa
pada lidah peribadi
melafaz zikir sang pencinta
bertemankan langit biru
dan nyanyian burung-burung syurgawi.

Tika ini nanti 
kupanjatkan doa
agar mentari masih terus menyinar
menyuluh bumi di siang hari
memaknakan sayang
Ya Rabb pada hamba-hamba-Nya.

#Bahasa alam bahasa Qalbi
#Cintai alam sekitar
#Keindahan yang abadi


Friday, May 20, 2016

Pena Menangis


Bismillahirahmanirrahim

Malam
Berlabuhlah
Hiasi dadamu dengan bintang
Sinari  wajahmu dengan bulan
Menyanyilah bersama unggas malam
Agar tenteram hatiku
Melafaz cinta pada Yang Satu.

Di sepertiga malam terakhir
akan ku nobatkan kau dengan
ayat-ayat cinta sang kekasih
penyejuk hati, pendamai jiwa
sebelum datang bulan berkah
di bawah rahmat-Nya, Ya Khalik.

 

Dari awan ia turun
Basahi bumi cinta
Mekar menguntum
Pohon kehidupan
Semoga, darimu
Akan menjelma
Pelangi nan indah
Merubah mimpi
Menjadi realiti.


Sungguh,
Saya rindu pada titisan embun
Menempel pada dedaun hijau
Dan rumput kecintaan
Sebelum hilang dijamah suria.

_ Keindahan yang hilang _


Ingin kembali membidas waktu
Kembali mengirim mutiara ilmu
Rindu bertakung di laman nurani
Saat sekian lama terperuk di sangkar mandiri
Kala jiwa menampung aksara
Terserlah impian di hujung naratif.

















Friday, May 13, 2016

Selamat Tinggal


Bismillahirahmanirrahim

Selamat tinggal wajah blogku yang lama. Sungguh, saya sedih sebenarnya. bertahun-tahun saya gunakan design itu. Malah saya rasakan ia sudah sebati dalam diri saya. Akhirnya saya mengambil keputusan untuk menukarkannya kepada yang baru.  Saya sangat sedih tapi saya perlu mengubahnya. Terima kasih teman. Moga wajah baru blog saya ini akan terus menginspirasi saya untuk terus menulis. Menulis apa-apa saja. Tak kira masa. Tak kira tempat dan sebagainya. Moga wajah baru ini juga turut menjadikan saya lebih bersemangat untuk hidup sehari-hari. Mengembirakan dunia ini. Dunia yang fana sebelum akhirnya kembali kepada yang hak.

Malam, Heninglah


Bismillahirahmanirrahim

Malam 
heninglah
kerdipkan bintangmu
suluhkan cahaya bulan
dendangkan pawana malam
biar aku dapat beruzlah
seketika cuma
dalam tafakur cinta
pada Maharaja
Yang Maha Cinta.

S. Hana AK

# Cinta sejati cinta hakiki
#Cintai Yang Maha Pencipta

#gambar bukan milik saya

Kalam Buat Cikgu


Bismillahirahmanirrahim

Cikgu
hadirmu
ibarat pelangi
tujuh warna
di langit abadi
menghiasi dunia
bertakhta di hati
beraja di minda.

Cikgu
engkaulah mualim
gigih memegang amanah
tekun mengajar
sabar mendidik
kekadang hati terluka
maafkan kami cikgu.

Guruku
dikaulah pendidik
cahaya kasih
bersemi di hati
dikaulah bonda
berselendang cinta
di jiwa pelajar.

Duhai Murrabbi
tinta akhir
izinkan kami
mengukir kalam
buat kalian
dengan lafaz
terima kasih cikgu.


S. Hana AK
13 Mei 2015 (Jumaat)
Johor Bahru

# Gambar bukan hak milik saya